Ruwatan Buang Sial Dengan Garam Bedah Aura
Tentang Ruwatan Buang Sial
Seringkali ita mendengar tentang istilah ruwatan, apalagi yang hidup di tanah jawa dan Bali, hampir setiap hari jika melihat segala sesuatu yang tidak wajar atau aneh pasti sebagian besar orang menyarankan untuk melakukan ruwatan. Lalu apa yang dimaksud dengan ruwatan itu sendiri?
Ruwatan terdiri dari kata dasar Ruwat yang artinya Lepas, jadi ruwatan artinya adalah melepaskan. Ruwatan Buang sial artinya melepaskan atau membuang sengkala yang menyebabkan berbagai macam kesialan, hal buruk, kebuntungan dan ketidakberuntungan dalam hidup seseorang selama ini. Sengkala erat kaitannya dengan ruwatan itu sendiri. Sengkala sendiri berasal dari kata “Kala” yang diambil dari nama Bathara kala.
Bathara kala merupakan Anak dari Bathara Guru dengan istrinya yaitu Bathari uma (Dewi Uma) namun tidak diinginkan. Menurut mitologi hindu, suatu ketika Bathara Guru sedang bepergian dengan Bathari uma dengan menunggangi lembu Andini. Wajah Dewi Uma yang cantik dan tersibak cahaya matahari menjadikannya terlihat sangat cantik, sehingga membangkitkan nafsu birahi Bathara guru, dan seketika itu juga Bathara Guru mengajan istrinya untuk bersenggama diatas Lembu Andini.
Karena merasa sangat malu dan tidak suka dengan sikap bathara Guru yang sangat jauh dari norma-norma seorang Dewa maka Dewi Uma menolak dengan keras dan mengatakan bahwa sikap Bathara Guru sangat tidak pantas sebagai Dewa, malah lebih mirip sikap raksasa yang penuh dengan Nafsu. Karena Bathari Uma adalah seorang Dewi maka setiap ucapannya dikala terdesak akan menjadi kenyataan.
Saat itu juga tumbullah 2 taring di gigi Bathara Guru. Beliau sangat marah sehingga memacu lembu andini dengan sangat cepat dan tidak sengaja air mani bathara Guru jatuh di lautan sehingga menjadikan lautan bergemuruh dan membentuk buih. Semakin lama semakin besar dan berapi lalu menjadi raksasa.
Raksasa ini mengamuk karena merasa kelaparan dan menginginkan untuk mengetahui siapa sebenarnya orang tuanya. Hingga akhirnya dia menemui Bathara guru dan Dewi Uma untuk meminta pengakuan dan meminta makanan. Bathara Guru memmberikan nama raksasa ini Bathara Kala, karena lahirnya menuju senja. Bathara kala meminta makanan pada bathara guru. Bathara guru sangat khawatir kala akan memporak-porandakan Bumi dengan memakan semua manusia karena kelezatannya. Maka Bathara Guru memperbolehkan kala memakan manusia sukerta sebagai alasan untuk membatasi nafsu memakan manusia sanga Bathara Kala.
Adapun manusia sukerta yang boleh dimakan Oleh Bathara Kala adalah sebagai berikut:
- Anak yang lahir pada hari tumpek wayang
- Anak yang lahir ontang – anting (anak tunggal Baik lelaki atau perempuan)
- seorang manusia yang pergi berjalan kearah barat pada siang hari di hari wuku wayang
- Seorang Bayi yang jatuh dari gendongan
Itulah syarat manusia yang boleh dimakan oleh Bathara kala. Maka dari itu banyak di sekeliling kita segera meruwat orang-orang yang memiliki keistimewaan diatas untuk membuang sial. Ruwatan buang sial yang biasanya digunakan adalah dengan membuat pagelaran wayang kulit dengan berbagai macam sesajen.
Wayang kulit ini biasanya dipertunjukkan saat bebarengan dengan acara syukuran selapan hari atau 36 hari setelah kelahiran sang bayi, atau ketika dia di khitan atau bahkan saat dia menikah bertujuan untuk menjaga jalan hidupnya supaya tidak di ganggu oleh Bathara kala. Membuang sial yang bisa melingkupi kehidupannya dan memperberat jalan hidupnya.
Menutup rezeki, menjauhkan jodoh, menjauhkan kesuksesan dan keberuntungan, menutup aura positif. Namun saat ini anda tidak perlu ribet dengan berbagai urusan, untuk melakukan rentetan ritual buang sial. Karena saat ini sudah ada cara ruwatan buang sial yang sangat praktis. Anda bisa melakukan ruwatan buang sial dengan garam bedah aura.
Apa itu ruwatan buang sial dengan garam bedah aura? Ruwatan buang sial adalah membuang kesialan dan sengkal dari orang yang lahir sebagai manusia sukerta. Adapun garam bedah aura sendiri adalah Media atau garam yang digunakan untuk membersihkan aura seorang sukerta dan tempat, bangunan, ataupun lahan yang mengandung sengkal buruk atau energi negatif, sehingga menjadikan orang atau tempat tersebut sangat angker serta tidak menyenangkan jika dilihat orang lain.
Nah bagi anda yang memang memiliki asset untuk diruwat, atau anda adalah golongan sukerta, anda bisa menggunakan garam bedah aura ini. Cara penggunaannya sangat mudah. Dan sangat praktis digunakan. Anda tidak perlu menyiapkan ubarampe rentetan ritual. Untuk pemesanan Garam bedah aura, silakan hubungi 082241202999.
